Senin, 13 Oktober 2014

Weekend Getaways

Ternyata gue pendek, ya !!
 Gue terbangun, karena ada suara gaduh di dalam dapur. Mata gue masih burem-burem. Sayup-sayup, terdengar Nyokap dan Bokap sedang beradu Argumen di dapur, menentukan resep nasi goreng yang bakal di masak pagi itu, untuk lauk sarapan. Gue melihat jam dinding yang ada di kamar gue, jam menunjukan pukul setengah tujuh lewat. Gue pun mencoba untuk bangun dari tempat tidur gue, tapi percayalah kawan-kawan, itu sangat sulit.

Pagi itu, tepatnya kemaren Minggu. Gue dan keluarga besar bersama teman-teman, bakal jalan-jalan, Liburan di hari Minggu. Gue udah berjanji, bakal Liburan ke daerah cinangka, buat mancing bersama di sana. Bukan, gue bukan mau mancing cabe-cabeaan atau ayam kampus di sana. Di sana, gue bakal memancing Ikan.

Perjanjian satu minggu yang lalu, bahwa setengah tujuh tepat, semua anggota keluarga harus mandi. Semua. Tapi gimana mau SEMUA. Orang pada jam segitu aja, gue masih mencoba untuk menahan rasa ngantuk gue di tempat tidur. Sedangkan Bokap dan Nyokap, masih sibuk bikin nasi goreng. Padahal, nanti kita semua bakal jalan ke cinangka, pada jam sembilan tepat.

Akhirnya, karena Nyokap gak mau, acara yang dibuatnya selama satu minggu ini, gagal hanya karena hal yang sepele. Nyokap pun langsung bersemangat buat membuat Nasi Goreng. And, gak ada setengah jam, Nasi Goreng buatan Bokap jadi. Ya, buatan Bokap. Setelah merasa semuanya selesai. Nyokap langsung membangunkan gue, dengan suara yang sangat keras. Siapa sih yang kuat mendengar macan mengaung di kamarnya sendiri, gue pun terbangun. Habis itu, gue langsung cuci muka, dan langsung mengarah keruang tamu, buat Sarapan bersama.


Setelah sarapan, gue langsung Mandi. Karena gue anggota terakhir yang belom Mandi. Nyokap dan Bokap udah lebih dulu. Abis mandi ku tolong ibu gue langsung di suruh menemani Bokap, membeli Umpan Jangkrik, buat Ikan nanti.

Kembalinya di rumah, ternyata salah satu temen gue, yang juga bakal ikut di acara pemancingan ini, datang ke rumah gue. Namanya Willy. Dia ini temen SD gue dulu, tapi sampai sekarang, alhamdulilah gue masih berhubungan baik dengan dirinya. Awalnya gue masih diem-diem dulu. Maklum, belom beradaptasi, dan juga belom menemui topik yang tepat, buat jadi bahan Obrolan.

Bahkan saat di dalam Mobil. Gue ama Willy masih saling diem-dieman. Kita gak langsung jalan ke Cinangka. Kita harus menjemput temen gue satu lagi. Mungkin kalian udah kenal ama temen gue yang satu ini. Yak, Namanya Lucky Fahendra. Biasa di panggil Lucky. Dia juga di ajak Nyokap gue, buat acara Pemancingan ini. Seperti di kasih daging mintanya jantung. Saat dirinya tau, kalo dia bakal di ajak ke acara mancing memancing. Lucky dengan PDnya, menggandeng adik kesayangannya. Yang bernama Ridwan Prasetio. Ya, kalian bisa memanggilnya cukup dengan "Tio" aja. Awalnya gue dan keluarga gak setuju. Tapi karena muka sang adik yang imut-imut, akhirnya kami semua sepakat, buat mengajak adiknya Lucky juga.

Di perjanan menuju Pemancingan Cinangka pun, kita berempat masih saling diam. Ya adalah, sepatah duapatah yang terlontar dalam mulut kami. Sehabis itu, kami kembali terdiam. Seperti yang gue bilang tadi, kami belom menemukan topik pembicaraan. Tapi yang kampretnya dari temen-temen gue ini. Si Willy dan si Lucky sama-sama sudah memiliki pacar dan gebetan. Sedangkan gue ? Asuu emang mereka.

Perjalanan gak cukup lama pagi itu, sebab jalanan masih belom macet. Karena berangkat di percepat menjadi jam setengah sembilan, kita semua pun sampai dengan selama ketempat pemancingan, sekitar jam setengah supuluh lebih. Sesampainya di sana, barulah, mulai ada Obloran dari kami berempat. Ya, kami sudah mulai menemukan topik pembicaraan.

Berhubung gue anak gaul, yak. Jadi, setiap gue di tempat sesuatu. Pasti gue bakal melakukan Selfie. Akhirnya, sebelom gue mancing. Gue pun memutuskan untuk Selfie terlebih dahulu, bersama kawan-kawan.

Saat gue Selfie sendirian

Selfie ama Lucky

Selfie ama Willy *ngomong-ngomong, ganteng ye gue*
*maaf tio gak ada, soalnya dia pengen wajahnya Misterius*

Setelah Selfie berjalan dengan lancar dan aman. Kitapun semua mulai memancing. Semua memagang jorannya masing-masing. Lucky bersama adiknya, Willy memegang pancingan sendiri, gue juga memegang pancingan sendiri, sementara Nyokap dan Bokap, karena mereka mau romantis-romantisan. Jadinya mereka satu pancingan untuk berdua.

Awalnya, kami semua sangat susah mendapatkan ikan. Padahal udah ganti-ganti tempat. Dari empang yang paling utama, pindah ke empang yang sebelah depan, pindah lagi di depannya, kembali lagi ke empang yang pertama. Gak dapet-dapet juga. Willy yang baru pertama kali mancing, udah mulai Stres. Dia bilang, kalo seandainya hari ini kita gak mendapatkan ikan sama sekali. Tempat pemancingan ini, besok secara Ilegal, harus di tutup.

Hampir setengah jam kita gak mendapatkan hasil apa-apa. Hanya membuang-buang umpan pancingan aja. Padahal, orang-orang lain, yang sedang memancing juga, pada gampang banget ngedapetin ikan. Kenapa gue susah bange, yak. Padahal, ya. Demi Allah, dulu tuh gue jago banget ngedapetin ikan. Apa gara-gara gue udah lama gak mancing, jadi kekuatan gue ilang. Secara gitu, ini untuk pertama kalinya gue mancing lagi, setelah hampir setengah tahun gak mancing-macing lagi.

Tapi di pertengahan dari proses mancing memancing. Tuhan mendengar do`a kami. Secara tiba-tiba, pancingan bokap seperti di tarik. Nyokap berharap itu ikan, Willy berharap itu ikan yang besar, Lucky dan Adiknya berharap, itu Ikan Mas, gue berharap itu Putry duyung. Pas di angkat, ternyata Nyokap mendapatkan satu Ikan lele. Kami pun, seperti anak bocah yang abis di berikan topeng-topengan, langsung seneng setengah mati. Akhirnya, sebelom Ikan itu di masukan ketempatnya, gue meminta Tio, buat memotokan gue bersama Ikan perdana yang berhasil kami dapatkan itu.

Ikannya agak Nyaru, soalnya Tio belom Profesional motoinnya
Gara-gara ikan lele itulah, akhirnya semangat kami untuk memancing kembali berkobar-kobar. Gue langsung mendekati Lucky yang masih putus asa. Gue menepuk pundaknya dengan begitu kencang, dan dengan tatapan yang sangat berkobar-kobar. Kemudian dengan satu semangat yang sangat hebat, gue bilang pada Lucky, "Lucky !! Fotoin gue dong !!".

Yaps. Gue kembali berfoto ria dulu, sebelom kembali memancing. Karena bagi gue, momen yang indah dan momen kebersamaan. Itu sangat susah di temui. Maka karena itu, kita jangan pernah segan buat mengapadikannya. Satu Jepretan pun berhasil di tangkap oleh Apple 4 gue.

Tolong jangan Horny, tolong Horny !!
Sehabis itu, kita kembali memancing, dengan semangat yang masih berkobar-kobar. Dan Ya!!. Gue dan Willy, berhasil mendapakan ikan pertama kita, tanpa bantuan bokap. Karena gue dan Willy anak gaol Jakarta, yang sering nongkrong di Pasar Mampang. Kitapun kembali Selfie. Tapi tidak sendirian, ada Ikan yang menemani Selfie kita pada saat itu.

Willy, Jupri dan Aziz
Abis dari kejadian itu. Sepertinya Jurpi membuahkan Hoki. Habis itu, entah kenapa, kita semua menjadi gampang mendapatkan Ikan. Bokap bisa mendapatkan Ikan, Nyokap pun bisa, Willy pun juga bisa, Gue, apalagi. Hanya Lucky dan adiknya yang gak mendapatkan Ikan. Bukan, dia tidak mendapatkan ikan, bukan karena dia payah atau cemen. Soalnya mereka berdua sibuk mereka atraksi kita semua, saat mendapatkan Ikan. Lewat Handycam Pribadi gue.

Ada kurang lebih 20 Ikan yang kita dapatkan pada Hari itu. Di ambil 5 buat di bakar untuk makan siang pada saat itu. Terus tambah 5 Lagi. Jadi Jumlah ikannya kembali menjadi 20 Ikan.

Azan Zuhur sudah berkumandang. Itu tandanya, waktu makan siangpun sudah tiba. Nyokap memesan Ikan bakar, yang di ambil dari Ikan yang telah kami pancing susah payah. Setelah makanannya sudah selesai dan sudah di bawakan, kami semua, Bokap, Nyokap, Gue, Willy, Lucky, Tio. Pada duduk di bawah Saung/Flamboyan, untuk menyantap Ikan bakar, Plus lalapan yang enak-enak banget.

Saat itu Tio gak ngabisin makanannya. Karena udah keburu kepengen ama Rujak Bebeg, yang sebelom makan sudah dia liat. Sedangkan Gue, ya mau gak mau gue abisin nasinya. Meskipun Daging Ikannya gak semua habis. Sedangkan Nyokap dan Bokap, juga sama seperti gue. Sementara Willy, yang memiliki tubuh di atas rata-rata tubuh kami. Dengan santainya, menghabiskan semua daging ikan disitu. Bahkan daging ikan punya gue, Nyokap, Bokap, Lucky, Serta Adiknya. Dari kelakuan yang di lakukan oleh Willy, otak gue menimpulkan pertanyaan. "Kenapa Piringnya gak sekalian di makan ?"

Setelah selesai makan, kita masih meneruskan proses mancing memancing. Gue dan Tio kali ini gak ikut, kamu lebih memilih membeli Rujak Bebeg, yang satu porsi seharga Lima Ribu Rupiah. Gue dan Tio duduk di pinggir empang, sambil memakan Rujak Bebeg kita masing-masing, dan melihat orang-orang lain yang sedang memancing.

Setengah dari itu. Bokap memutuskan untuk saatnya kita pulang. Karena Azan Ashar bentar lagi bakal bekumandang. Dan, kalo Azan Ashar udah berkumandang, itu tandanya, hari sudah sore. Kitapun beres-beres. Bokap membereskan semua pancinga, Gue serta teman-teman dan Nyokap memasukan makanan kembali ke dalam Tas.

Setelah selesai semua, dan kita tinggal pulang meninggalkan tempat pancing. Tio membuat ulah, dari berniat mencuci tangan di sebuah Wastapel. Dengan keisengannya, lobang Wastapel itu di masukan tissue basah. Sehingga air di dalam Wastapel itu gak bisa masuk ke dalam. Alhasil, ternyata keributan kecil di situ.

Tapi setelah keributan itu bereda. Kami semua bergegas ke mobil kembali. Sementara Bokap, masih di tempat pancing, buat membayar semua ikan-ikan yang telah kami tangkap.

Di dalam mobil. Berhubung kadar Narsis gue lemayan cukup berat. Gue masih meminta Lucky, untuk motoin gue. Dengan balasan, gue juga bakal motoin dia. Setelah rapat paripurna yang cukup panjang, gue pun setuju dengan kesepakatan itu. Kitapun berfoto-toto ria di situ.

Nah, itu tio tuh. Yang lagi ngeliatin kaca belakang
Di perjalan juga, gak sengaja gue menemukan Orang Gila. Tapi menurut gue, nih Orang Gila sangat-sangat tidak Mainstrem. Karena dia memakai pakian berbeda, tidak seperti Orang Gila pada Umumnya. Dia memakai pakian, persis kaya Ustad-ustad kondang di TV. Karena menurut gue ini unik, dan limited Edision di Indonesia, yaudah gue foto. Kan lemayan, buat Walpaper di hape gue.

Mungkin sodara kalian ?
Setelah itu. Gak ada lagi kejadian-kejadian unik yang terjadi di dalam mobil. Hanya saja di dalam mobil, kali ini berbeda. Yang tadinya pas berangkat kita saling diam membisu. Sekarang di dalam mobil, semua menjadi ramai. Karena mungkin, kami bertiga sudah mulai Klop.

Bokap memberhentikan mobilnya, di depan toko Tas milik Willy. Ya, kita udah sampai di Toko Tasnya Willy. Dan itu tandanya, kita bakal berbisah dengan Willy. Sayup-sayup terdengar lagu "Semua Tentang Kita" Peterpan. Nyokap mengambil setengah dari ikan-ikan itu, untuk di berikan kepada Willy dan Keluarganya.

Setelah itu, kami kembali berjalan. Sekarang di dalam mobil, hanya ada Bokap, Nyokap, Gue, Lucky dan Tio. Cuaca sangat panas saat itu, dan mobil kita juga bukan mobil berAc. Sementara keadaan lemayan macet di daerah condet pada saat itu. Jadi bisa di bayangin dong, panasnya kaya apa saat itu. Gue menemukan IDE, untuk mampir dulu ke Indomart. Buat membeli Minum.

Akhirnya jadi. Kami semua mempunya minuman yang dingin-dingin. Dan lagi-lagi, saat gue mau minum. Gue masih sempet-sempetnya meminta foto kepada Lucky. Untuk memotokan gue, saat gue sedang minum.

Nah itu Tio tuh, yang pake baju putih
Perjalanan hari itu gak pernah gue lupakan. Ya karena kisahnya gue tulis di sini. Niatnya, kita-kita bakal jalan-jalan lagi, saat nanti Liburan Semester telah tiba. Insyallah.

"Sebiasa apakah perjananmu, tetapat harus di kisahkan. Karena setiap berjalanan, tidak ada yang hanya biasa-biasa saja. Setiap perjalanan, membawa pelajaran di dalamnya."

 ***

PS : Rabu besok gue mulai UTS. Doain gue, yak, semoga bisa mendapatkan contekan nilai yang bagus. Dan Proses UTS bisa berjalan selesai, sampai hari Senin mendatang.

8 komentar:

  1. Ah, jadi inget dulu jaman ane kecil juga sering diajak mancing. Tapi pas udah gede lebih senengnya makan ikan tanpa harus mancing dulu, wkekeke.

    Semoga sukses UTS nya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang sekarang udah gede, ya ? Apaannya sih yang udah gede kalo boleh tau !!!

      Hapus
  2. Apakah anda sering main judi togel sgp, hk, malaysia, sidney, sekarang ada solusi yg tepat dan akurat, hubungi guru togel mbah suro 082354640471 terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya gak suka Togel, tapi saya suka TOGE. Apakah anda punya TOGE ? :V

      Hapus
  3. Balasan
    1. Ah gak juga. Setiap tawa di hidupmu, pasti ada tangisan di situ.

      Hapus
  4. mukak kau ama si lakiskubi kek kontol,gosah kepedean lah,struktur tulisan ancor,garing,sok" ngikutin raditya dika. mukak tu cem jembut. kontol orang banyak gaya

    BalasHapus
  5. sok ganteng anak kontol ini ya

    BalasHapus

Menurut mitos. Setiap orang yang hanya ngebaca dan gak ngekomen setiap postingan di blog ini. Pasti bakal ngerasain apa itu yang namanya JOMBLO. Bagi orang yang udah punya pasangan, pasti bakal langsung putus. Tapi bagi yang emang udah jadi JOMBLO, pasti bakal langsung bermetaforsa menjadi JOMBLO NGENEST.

Makanya, dari pada kutukan itu terjadi pada kalian. Beri komen gih.