Senin, 26 Januari 2015

[SAJAK] ENTAH


Entah..

Entah berapa ratus kali aku melihat dirimu.. dari kejauhan..
Entah berapa ratus kali, aku tersenyum, ketika melihat dirimu tersenyum..
Entah berapa ratus kali, aku merasa canggung, gugup, panik, ketika engkau menegurku, dan memanggil namaku dengan sempurna...
Entah berapa ratus kalinya, aku merasa galau, hancur, sakit, pedih, takut, ketikaku melihat kau sedang bersanda gurau denganya. Dengan dia, teman lelakimu...
 Entah, entap berapa ratus kalinya...

Selasa, 20 Januari 2015

Alasan mengapa Guru selalu memakai Pulpen Merah

Alasan Mengapa Guru selalu Memakai Puplen Merah
Hallo semua. Selamat Siang, Sore, Malam, Pagi dimana pun anda duduk. Oiya, Selamat Hari Guru Nasional ya. Semoga Guru-guru pikirannya pada bersih semua. Jadi jangan ada lagi berita Guru nyodomi muridnya sendiri. Nyodomi Istri sendiri sih gapapa. Udah halal ini, yegak.

Nah, postingan gue kali ini, itu bertema atau terkait soal Hari Guru. Jadi gini, selain selalu memakai Batik berwarna hitam putih, kebiasaan guru yang nyentrik itu kan, selalu memakai pulpen merah. Entah untuk nanda tanganin sesuatu, atapun menilai hasil kerja para muridnya.

Tapi kalian pernah kepikiran gak sih, sebenernya apa tujuan, dan alasan kenapa Guru selalu memakai Pulpen bertinta merah ? Setelah gue bertapah di Jamban hampir setengah jam, karena emang susah ngeluarinnya. Akhirnya gue menemukan Alasan Mengapa Guru Selalu Memakai Pulpen Merah. Cekidotdot.

Sabtu, 17 Januari 2015

[CERPEN THRILLER] SELAMAT ULANG TAHUN...



Namanya Raffi. Seorang Remaja berusia 15 Tahun. Saat ini, ia bersekolah di salah satu SMP di daerah Jakarta Selatan. Badannya gak gemuk, tapi gak cukup kurus juga sih. Kalo kata lagu Dangdut, Yang Sedang-Sedang saja. Meskipun dia masih SMP, tapi dia sudah memiliki pikiran dan kelakukan yang cukup Dewasa.

Bukan, bukan maksudnya Raffi selalu memikirkan hal-hal yang berbau Porno, atau dia sering ML bersama Wanita-wanita, lelaki, dan Kambing-kambing deket rumahnya. Tapi, yang dimaksud memikirkan Hal Dewasa, dia sudah memikirkan hal-hal yang berbau dengan masa depan. Dia juga tidak terlalu sering, bermain dengan kawan-kawannya. Bukan karena dia gak punya kawan, tapi hari-harinya, sehabis pulang sekolah, dia selalu diam didepan Labtopnya, dan mulai Menulis.

Sedari kecil, dia memang bercita-cita ingin menjadi seorang Penulis. Penulis apapun. Penulis Novel, Penulis Skenario Film, Penulis Kartu Undangan, sampai Penulis Surat Yasin. Selain itu, dia juga seorang Blogger, yang cukup terkenal di kalangan Dunia Pembloggingan. Menurut dia, Dunia tulis Menulis, adalah Dunia dimana tidak ada pemaksaan yang bisa memaksa orang Menulis. Bagi dia, Menulis adalah Perkerjaan yang tergantung dengan Mood. Jadi gak bisa main dipaksa-paksakan aja. Maka dari itu, dia ingin menjadi Seorang Penulis. Karena dia gak mau disuruh-suruh.

Selain itu, selama ini, saat dia lagi atau dapat masalah. Besar atau kecil, pasti dia lampiaskan dengan Menulis. Dan entah kenapa, setiap dia selesai Menulis, pikirannya langsung Plong, dan tenang. Seolah-olah, masalah yang sedang dihadapinya saat itu, bisa sudah langsung selesai, dari Menulis. Menulis adalah segalanya. Menurut Raffi.